Penjualan Motor Turun pada Maret 2026, AISI Catat Kontraksi 23,56 Persen
NGEBUT.ID – Penjualan sepeda motor di Indonesia mengalami penurunan pada Maret 2026. Capaian bulan tersebut menjadi yang terendah sepanjang kuartal pertama tahun ini.
Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI), total penjualan motor selama Januari hingga Maret 2026 mencapai 1.614.091 unit. Angka itu lebih rendah dibandingkan periode yang sama pada 2025 yang sebanyak 1.683.212 unit, atau turun sekitar 4,11 persen secara tahunan (year on year/YoY).
Penurunan juga terlihat secara bulanan. Pada Maret 2026, penjualan sepeda motor domestik tercatat 448.974 unit, turun dari 587.354 unit pada Februari 2026. Secara bulanan, penjualan anjlok 23,56 persen.
Meski tidak ada rincian lebih lanjut mengenai segmen motor yang paling diminati, data AISI sebelumnya menunjukkan skuter otomatis (skutik) masih mendominasi pasar domestik. Pada rilis Januari, skutik menyumbang 91,7 persen, disusul motor underbone 4,46 persen, motor sport 3,51 persen, dan sepeda motor listrik masih di bawah 1 persen.
AISI menilai pasar sepeda motor domestik masih memiliki peluang tumbuh, meski harus menghadapi sejumlah tantangan ekonomi. Sebelumnya, Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala menyebut kondisi geopolitik global, pertumbuhan ekonomi, harga komoditas, dan cuaca dapat memengaruhi daya beli masyarakat sepanjang tahun ini.
Ia juga menilai dukungan lembaga pembiayaan yang kuat akan membantu mendorong penjualan di pasar domestik. Dengan mempertimbangkan berbagai faktor tersebut, AISI memproyeksikan pasar sepeda motor nasional akan berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit pada 2026.
Berikut data penjualan motor pada 2026:
Januari: 577.763 unit
Februari: 587.354 unit
Maret: 448.974 unit
Total: 1.614.091 unit
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
