Busworld SEA 2026 Digelar Mei, Karoseri Indonesia Siap Tampil di Panggung Dunia

15 Apr 2026 • 14:59 iMedia

JAKARTA – Industri bus dan karoseri Indonesia akan kembali mendapat sorotan internasional lewat gelaran Busworld Southeast Asia 2026. Pameran B2B terbesar untuk sektor bus dan karoseri di Asia Tenggara itu dijadwalkan berlangsung pada 20-22 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Ajang tersebut akan digelar bersamaan dengan INAPA 2026 dan EV & Charging Indonesia 2026. Kehadiran tiga pameran sekaligus diharapkan membentuk ekosistem industri otomotif dan transportasi yang lebih lengkap di kawasan ASEAN.

Sejumlah nama besar dari industri karoseri Tanah Air dipastikan ikut ambil bagian, di antaranya Adiputro, Laksana, New Armada, Tentrem, dan Piala Mas. Direktur GEM Indonesia, Baki Lee, menyebut Busworld SEA 2026 akan menjadi edisi terbesar sejauh ini.

"Jadi kali ini boleh dikatakan Busworld South Asia 2026 ini adalah yang terbesar dibandingkan sebelum-sebelumnya. Dari segi luasnya dan dari jumlah pamerannya dan teman-teman karoseri-nya lebih banyak. Pasti akan jauh lebih seru," ujar Baki Lee dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Pameran ini ditargetkan diikuti lebih dari 1.500 peserta serta menarik lebih dari 60.000 pengunjung profesional dari lebih dari 40 negara. Selain bus konvensional, berbagai inovasi juga akan ditampilkan, mulai dari bus listrik, bus premium, hingga teknologi keselamatan dan sistem manajemen armada.

Baki mengatakan, sejumlah teknologi baru dari Eropa, India, dan China yang sudah digunakan di Indonesia juga akan diperkenalkan dalam ajang tersebut.

"Ada teknologi-teknologi dari Eropa, India maupun China yang mereka sudah dipakai di Indonesia, dan akan diperkenalkan kepada yang lain juga. Jadi banyak teknologi seperti penghematan, akselerasi, ketepatan, akurasi itu semua ada di situ," ungkapnya.

Namun, ia menyebut detail produk yang akan diluncurkan masih belum dibuka oleh para peserta pameran.

"Kami sesungguhnya ingin ekspos peserta itu mau pamer apa, tapi dilarang. Karena kalau di ekspos sekarang tidak seru. Mereka maunya lihat langsung di pameran," tuturnya.

Sementara itu, Ketua Umum Askarindo, Jimmy Tenacious, mengapresiasi penyelenggaraan pameran ini karena dinilai mampu meningkatkan daya saing industri dalam negeri. Menurut dia, bertambahnya jumlah karoseri yang ikut serta serta luas area pameran menunjukkan antusiasme yang terus meningkat.

Ia juga menyoroti minat pembeli dari luar negeri terhadap produk karoseri Indonesia.

"Saya tanya, Bapak dari mana? Saya dari Malaysia. Jauh banget Pak, Bapak nyari bus di sini? Jauh banget Pak, karena bus Indonesia bagus katanya," kata Jimmy.

Jimmy menambahkan, industri karoseri Indonesia punya peluang besar untuk ekspor dan mampu bersaing di pasar global. Di sisi lain, Ketua Umum Instran, Budi Susandi, menekankan pentingnya aspek keselamatan dalam pengembangan industri bus nasional.

"Jangan hanya memberikan masalah kenyamanan dan keindahan, tapi juga harus kita lihat masalah safety-nya," ujarnya.

Ia menjelaskan sejumlah aspek keselamatan yang perlu diperhatikan, seperti uji guling, sabuk pengaman di setiap kursi, serta material yang mampu menyerap energi saat terjadi kecelakaan.

"Bagaimana struktur itu bisa mengabsorb energi kinetik sehingga kalau crash penumpang di dalam bisa aman," katanya.

Dengan penyelenggaraan tiga pameran secara bersamaan, ajang ini diharapkan memperkuat kolaborasi lintas sektor, mulai dari manufaktur, karoseri, hingga teknologi kendaraan listrik. GEM Indonesia bersama Askarindo dan Instran menegaskan, pameran ini bukan hanya ajang bisnis, tetapi juga wadah edukasi bagi pelaku industri dan masyarakat melalui konferensi serta diskusi mengenai tren dan masa depan transportasi publik.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya