Pelajaran dari Kecelakaan Mobil MBG Tabrak Motor Pasutri Lansia di Tuban

18 Apr 2026 • 22:33 iMedia

NGEBUT.ID – Kecelakaan lalu lintas melibatkan mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sendang 2 Senori, Tuban, dengan sepeda motor yang ditumpangi pasangan suami istri lansia. Insiden itu terjadi di Jalan Prawirosadir, Desa Leran, Kecamatan Senori, pada Selasa siang.

Mobil berpelat B 9232 SCL tersebut menabrak sepeda motor yang dikendarai Rahmad (65), warga Desa Leran, yang saat kejadian membonceng istrinya hendak menuju ladang sawah. Berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan terjadi di ruas jalan menikung antardesa ketika mobil melaju dari arah utara dan diduga mencoba menyalip dua kendaraan di depannya.

"Posisi jalan menikung, mobil MBG memaksa hendak menyalip dua kendaraan di depannya. Korban dari arah selatan sudah berada di pinggir jalan, namun tetap tertabrak dari depan," kata Rofiudin, warga setempat, Selasa (14/4/2026).

Situasi di lokasi sempat memanas karena warga emosi terhadap pengemudi mobil MBG. Namun, ketegangan berhasil diredam perangkat desa setempat. Kedua korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans milik Pemerintah Desa Leran dan dibawa ke Rumah Sakit Graha Husada Singgahan untuk mendapatkan penanganan medis.

Mobil operasional MBG itu mengalami kerusakan di bagian bumper depan dan kaca yang retak. Sementara sepeda motor Honda Supra milik korban rusak parah di bagian depan.

Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menilai insiden ini menjadi pengingat penting soal manajemen waktu dalam perjalanan. Menurut dia, pengemudi jangan sampai terbebani target waktu hingga memacu kendaraan secara terburu-buru.

"Saya nggak tahu detailnya, kemungkinan kendaraan tersebut mengangkut logistik makanan untuk anak-anak dan tidak mau terlambat sehingga terburu-buru dan lupa mengontrol kecepatannya," kata Sony kepada detikOto, Rabu (15/4/2026).

Ia menegaskan, tekanan waktu kerap membuat pengemudi mengambil keputusan berisiko di jalan. Jika hal semacam ini tidak dibenahi, kecelakaan serupa bisa kembali terjadi.

"Dalam kasus ini terlihat time manajemen yang dilakukan oleh tim mereka belum sesuai dengan aturan. Memang yang paling gampang buang waktunya di jalan, jadinya pengemudi ditumpahkan tanggung jawab yang harus ngebut, terburu-buru dan ujungnya kecelakaan," ujarnya.

Sony juga mengingatkan pengendara lain untuk memberi jarak aman dan menjauhi kendaraan yang terlihat melaju agresif.

"Bagi pengemudi-pengemudi lain dalam menyikapi kendaraan yang seperti ini, nggak ada jalan lain kecuali menjauh. Toh terlihat di kaca spion," sebut Sony.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya