BYD Ungkap Kronologi Masalah Mobil Listrik Milik Akbar Faizal, Bermula dari Kecelakaan

NGEBUT.ID – BYD Indonesia membeberkan kronologi masalah yang terjadi pada mobil listrik Seal milik politisi senior Akbar Faizal. Menurut perusahaan, persoalan tersebut bermula dari insiden kecelakaan yang dialami kendaraan pada akhir 2025, bukan dari dugaan cacat produk.
BYD menjelaskan, kejadian itu terjadi pada Desember 2025 saat kendaraan digunakan oleh anak Akbar Faizal. Insiden tersebut menyebabkan kerusakan cukup serius, terutama di bagian roda, sehingga mobil memerlukan perbaikan besar.
Setelah dibawa ke bengkel resmi BYD, hasil pemeriksaan awal menyarankan adanya penggantian komponen roda. Namun, pihak konsumen saat itu memilih menunda perbaikan karena ingin memproses klaim asuransi secara mandiri.
Memasuki Februari 2026, dealer BYD disebut ikut membantu pengajuan ke pihak asuransi. Akan tetapi, kondisi kendaraan disebut sudah memburuk karena tetap digunakan selama sekitar satu setengah bulan meski roda dalam keadaan bermasalah.
“Guna membantu, dealer upaya agar dapat approval asuransi namun karena bentuk perbaikan adalah merujuk pada approval yang didapatkan dari Asuransi (situasi Desember). Solusi belum terlalu optimal dan kondisi kendaraan datang sudah memburuk setelah satu setengah bulan terindikasi penggunaan dengan roda bermasalah,” ujar pihak BYD.
Setelah perbaikan dilakukan, keluhan kembali disampaikan oleh pihak pengguna kendaraan. Meski demikian, komunikasi antara konsumen, dealer, dan pihak asuransi tetap berlanjut.
Pada Rabu, 8 April 2026, BYD Indonesia menyebut telah berkomunikasi langsung dengan konsumen dan asuransi. Dalam pertemuan tersebut, pihak asuransi menyepakati untuk kembali membantu proses perbaikan melalui mekanisme pengajuan ulang atau resubmit.
Dari hasil komunikasi itu, disepakati komitmen penggantian baru pada bagian roda kendaraan yang dijadwalkan pada 11 April 2026. Namun, pada 10 April, Akbar Faizal disebut belum mendapat pembaruan informasi dan lebih dulu mengunggah kekecewaannya di media sosial.
BYD juga mengakui adanya sejumlah miskomunikasi karena proses penanganan melibatkan banyak pihak. Perusahaan menegaskan fokus saat ini adalah menyelesaikan masalah dengan cepat dan tepat.
“Saat ini fokus BYD adalah penyelesaian cepat dan tepat. Mengkonsolidasi semua pihak agar tidak terjadi miss komunikasi kembali,” demikian pernyataan resmi BYD Indonesia.
