Dealer Mobil Honda di RI Berguguran, Menperin Angkat Bicara

Jakarta – Sejumlah dealer mobil Honda di Indonesia dikabarkan tutup dalam dua tahun terakhir. Fenomena ini turut ditanggapi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita.
Terbaru, sempat ramai di media sosial bahwa dealer Honda Pondok Pinang mengumumkan pamit. Dalam unggahan akun TikTok resminya, dealer tersebut menyampaikan salam perpisahan dan ucapan terima kasih atas dukungan pelanggan selama ini. Meski begitu, dealer di bawah naungan Megatama Grup itu disebut masih beroperasi di wilayah lain.
Di kawasan Halim, Jakarta, dealer Honda juga terlihat tutup. Bahkan, terpampang spanduk yang menyebut lokasi tersebut akan beralih menjadi dealer Jaecoo.
Menperin Agus Gumiwang menilai kondisi ini menjadi tantangan bagi merek-merek Jepang di tengah perubahan preferensi konsumen otomotif di Indonesia. Menurutnya, produsen harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar yang terus berkembang.
"Saya kira itu juga challenge untuk brand Jepang ya karena semuanya ini kan berkaitan dengan market. Jadi dia harus bisa menyesuaikan apa yang menjadi keinginan market," kata Agus, dikutip dari Antara.
Agus juga menegaskan bahwa pasar otomotif Indonesia tengah bergerak menuju kendaraan listrik. Pemerintah, kata dia, akan terus mendorong percepatan adopsi kendaraan listrik, baik roda empat, motor, truk, maupun bus.
"Saya kira itu produsen-produsen Jepang harus bisa melihat bahwa kita akan shifting ke situ dan ini arahan langsung dari Bapak Presiden agar kita bisa segera full pada EV, baik itu motor maupun mobil termasuk truk, termasuk bus juga," ujarnya.
Dari sisi penjualan, Honda memang mencatat penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan data retail Gaikindo, penjualan Honda dalam tiga tahun terakhir terus melemah. Pada 2023, penjualan Honda masih berada di level 128.010 unit.
Angka itu turun menjadi 103.023 unit pada 2024, lalu kembali merosot pada 2025 menjadi 71.233 unit. Artinya, terjadi penurunan 31.790 unit atau sekitar 30,9 persen.
