Emmo Sudah Ada Sejak 2021, Tapi Dealer Pertamanya Belum Rampung

Jakarta – Motor listrik Emmo tengah menjadi sorotan setelah dibeli Badan Gizi Nasional (BGN) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Total pengadaan motor tersebut mencapai 25 ribu unit.
Keputusan BGN memilih Emmo memunculkan tanda tanya di publik. Pasalnya, merek ini belum terlalu dikenal luas di Indonesia.
Namun, Emmo ternyata bukan merek baru. Berdasarkan laman resminya, perusahaan ini sudah berdiri sejak 2021 dengan nama Emmo Electric Mobility. Mereka mengklaim fokus menjual motor dan sepeda listrik dengan harga terjangkau di Indonesia.
Meski sudah berusia sekitar lima tahun, Emmo baru meluncurkan produk pertamanya pada tahun lalu. Lebih menarik lagi, hingga kini mereka belum memiliki dealer yang benar-benar beroperasi.
Dealer pertama Emmo sedang dibangun di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Saat dikunjungi, lokasi tersebut masih dalam tahap penyelesaian dan belum menampilkan unit kendaraan maupun fasilitas bengkel yang siap digunakan.
Di sisi lain, Emmo sebelumnya mengklaim akan membangun setidaknya 50 dealer di Indonesia hingga akhir tahun. Namun, hingga memasuki bulan kelima, pembangunan baru berjalan di satu titik.
Menurut pekerja bangunan di lokasi, pembangunan dealer itu baru dimulai sekitar dua bulan lalu dan belum diketahui kapan akan selesai.
“Dua bulan yang lalu, selesainya belum tahu kapan. Saya juga belum tahu kapan ditargetkan selesai,” ujar pekerja tersebut, Rabu (8/4).
Dari pengamatan di lapangan, dealer Emmo Grogol terlihat sederhana. Area pajang kendaraan belum terisi, sementara ruang bengkel ditempatkan terpisah.
Di area yang sama, terdapat pula ruangan besar berisi peralatan dapur. Ruangan itu disebut bakal difungsikan sebagai dapur MBG dan masih berada di bawah kepemilikan yang sama dengan dealer Emmo Grogol.
Saat ini, Emmo memiliki dua produk yang siap dipasarkan di Indonesia, yakni JVH Max dengan harga sekitar Rp 48 jutaan dan JVX GT yang dibanderol sekitar Rp 56 jutaan.
Berdasarkan data P3DN, motor listrik Emmo tipe JVX-GT diproduksi oleh PT Adlas Sarana Elektrik di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dengan tingkat kandungan dalam negeri (TKDN) sebesar 48,5 persen. Sementara itu, model JVH Max belum tercantum datanya di P3DN.
