Kepala SPPG Perlu Motor Trail Listrik Rp 50 Jutaan? Ini Respons Pengamat

JAKARTA – Pengadaan motor listrik untuk program makan bergizi gratis (MBG) menuai perhatian publik. Sejumlah unit motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) disebut akan digunakan oleh Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Motor yang dimaksud ialah Emmo JVX GT, motor listrik bergaya trail, serta Emmo JVH Max yang berbentuk skuter. Berdasarkan laman resmi produsennya, Emmo JVX GT dibanderol Rp 56,8 juta. Sementara Emmo JVH Max dijual Rp 48,8 juta.
Namun, Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut harga per unit motor listrik untuk Kepala SPPG berada di angka Rp 42 juta. Ia mengatakan harga tersebut lebih murah sekitar Rp 10 juta dibanding harga pasar yang disebut mencapai Rp 52 juta.
Pemilihan motor listrik itu kemudian memunculkan pertanyaan, terutama soal kebutuhan dan efisiensi anggaran. Pengamat otomotif Bebin Djuana menilai penggunaan motor trail listrik dengan harga sekitar Rp 50 juta patut dipertanyakan.
"Untuk apa? Kenapa pilih seperti itu, kenapa pilih spesifikasi seperti itu, untuk apa? Bahwa kepala dapur perlu kendaraan, kita bisa maklumin, masa dia suruh jalan kaki. Bahwa perlu beli motor listrik yang Rp 50 juta, itu jadi tanda tanya besar," kata Bebin kepada detikOto, Kamis (9/4/2026).
Menurut Bebin, penggunaan kendaraan listrik pada dasarnya bisa dipahami karena dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Namun, ia menilai harga yang terlalu tinggi membuat pengadaan tersebut tidak efisien.
"Kenapa sih mesti segitu mahal? Kenapa sih tidak memberdayakan membuatnya di dalam negeri?" ujarnya.
Bebin juga menilai pengadaan kendaraan untuk operasional kepala SPPG semestinya bisa diarahkan ke produk dalam negeri. Menurut dia, jika dirancang dan diproduksi di Indonesia, kendaraan itu juga bisa membuka ruang pendidikan dan pekerjaan bagi tenaga muda di sektor otomotif.
"Kalau kita mau memberdayakan industri dalam negeri, memberi pekerjaan kepada anak muda, kenapa nggak dibangun di Indonesia?" katanya.
Ia menambahkan, motor listrik buatan dalam negeri juga akan memudahkan perawatan karena jaringan bengkel dan teknisi lokal lebih cepat beradaptasi dengan kebutuhan kendaraan tersebut.
Hingga kini, pengadaan motor listrik untuk program MBG masih menjadi sorotan karena dinilai perlu penjelasan lebih lanjut terkait kebutuhan, spesifikasi, dan alasan pemilihan model yang harganya relatif tinggi.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
