Pemerintah Siapkan Arah Baru: Motor Bensin untuk Ekspor, Motor Listrik Diprioritaskan di Dalam Negeri

18 Apr 2026 • 22:29 iMedia

NGEBUT.ID – Pemerintah menyiapkan arah baru bagi industri sepeda motor di Indonesia. Ke depan, pasar domestik akan difokuskan untuk motor listrik, sementara motor bensin atau konvensional diarahkan untuk pasar ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah tengah menyiapkan regulasi agar produsen motor di Indonesia segera meningkatkan kapasitas produksi motor listrik.

“Pemerintah sedang menyiapkan regulasi di mana nanti produsen-produsen motor listrik yang sudah ada di Indonesia itu segera menyiapkan secukupnya produksi motor listrik, karena kita menginginkan bahwa semua penjualan motor yang berasal dari pabrik-pabrik kita untuk pasar domestik itu melalui motor listrik,” ujar Agus di Jakarta, dikutip dari Antara.

Meski mendorong penggunaan motor listrik di dalam negeri, pemerintah tidak akan menghentikan produksi motor berbasis bahan bakar minyak. Hanya saja, produksi motor konvensional nantinya akan lebih diarahkan untuk kebutuhan ekspor.

“Jadi tidak perlu menyetop produksi motor berbasis konvensional karena itu nanti kita arahkan untuk ekspor, tapi sudah harus dimulai pembuatan kapasitas untuk memproduksi motor-motor listrik,” katanya.

Agus menjelaskan, motor konvensional tetap bisa diproduksi, namun sasarannya akan dikirim ke pasar luar negeri, terutama negara-negara di Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Selatan.

Kebijakan ini disebut sebagai langkah untuk membuat industri otomotif nasional beradaptasi dengan perubahan teknologi. Agus mencontohkan China yang dinilai berhasil melakukan transisi penuh ke motor listrik untuk pasar domestik.

“Semua nanti kita sedang bikin roadmap-nya bahwa seluruh motor listrik yang beredar di Indonesia yang dipakai oleh konsumen itu semuanya berbasis listrik. China sudah berhasil, China sudah basisnya semua motor listrik,” kata Agus.

Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

“Ya, karena memang sekarang semakin kelihatan kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil. Jadi memang tidak ada pilihan lain bahwa kita harus convert ke listrik,” ujarnya.

Terkait insentif agar masyarakat beralih ke motor listrik, Agus mengatakan pemerintah masih berkomunikasi dengan Kementerian Keuangan. Namun, ia belum menjelaskan besaran stimulus yang akan diberikan.

“Masih dibicarakan,” pungkasnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya