Pemerintah Siapkan Arah Pasar Motor Bensin untuk Ekspor, Motor Listrik untuk Domestik

16 Apr 2026 • 15:03 iMedia

NGEBUT.ID – Pemerintah tengah mempercepat transisi menuju kendaraan listrik di Indonesia. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa ke depan pasar domestik akan difokuskan untuk motor listrik, sementara motor berbahan bakar bensin akan diarahkan ke pasar ekspor.

Agus menjelaskan, saat ini pemerintah sedang menyiapkan regulasi agar para produsen sepeda motor di Indonesia meningkatkan kapasitas produksi motor listrik. Menurut dia, seluruh penjualan motor yang berasal dari pabrik dalam negeri untuk pasar Indonesia diharapkan beralih ke kendaraan listrik.

“Pemerintah sedang menyiapkan regulasi di mana nanti produsen-produsen motor listrik yang sudah ada di Indonesia itu segera menyiapkan secukupnya produksi motor listrik, karena kita menginginkan bahwa semua penjualan motor yang berasal dari pabrik-pabrik kita untuk pasar domestik itu melalui motor listrik,” ujar Agus di Jakarta, dikutip dari Antara.

Meski begitu, pemerintah tidak akan menghentikan produksi motor konvensional. Produksi berbasis bahan bakar minyak tetap diperbolehkan, tetapi penjualannya akan diarahkan untuk ekspor.

“Jadi tidak perlu menyetop produksi motor berbasis konvensional karena itu nanti kita arahkan untuk ekspor, tapi sudah harus dimulai pembuatan kapasitas untuk memproduksi motor-motor listrik,” katanya.

Agus menambahkan, motor berbasis konvensional yang masih diproduksi di Indonesia dapat dipasarkan ke sejumlah wilayah, termasuk Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Selatan.

Kebijakan ini, kata dia, bertujuan agar industri otomotif nasional mulai beradaptasi dengan perkembangan teknologi. Ia mencontohkan China yang dinilai berhasil melakukan transisi menuju kendaraan listrik untuk pasar domestiknya.

“Semua nanti kita sedang bikin roadmap-nya bahwa seluruh motor listrik yang beredar di Indonesia yang dipakai oleh konsumen itu semuanya berbasis listrik. China sudah berhasil, China sudah basisnya semua motor listrik,” ucapnya.

Langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Agus menegaskan bahwa pemerintah melihat elektrifikasi sebagai kebutuhan yang tak terhindarkan.

“Ya, karena memang sekarang semakin kelihatan kepentingannya untuk itu, untuk mengurangi ketergantungan kita terhadap bahan bakar fosil. Jadi memang tidak ada pilihan lain bahwa kita harus convert ke listrik,” katanya.

Adapun terkait insentif untuk mendorong masyarakat beralih ke motor listrik, Agus menyebut pembahasan dengan Kementerian Keuangan masih berlangsung. Namun, ia belum mengungkapkan besaran stimulus yang akan diberikan.

“Masih dibicarakan,” pungkasnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya