Trump Gandeng General Motors dan Ford untuk Produksi Senjata Militer

18 Apr 2026 • 01:23 iMedia

NGEBUT.ID – Pemerintah Amerika Serikat dikabarkan mengajak sejumlah perusahaan otomotif besar untuk ikut memproduksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) guna memperkuat basis industri pertahanan nasional.

Langkah ini disebut diambil untuk mengisi kembali persediaan senjata yang menurun akibat berbagai konflik internasional sejak 2022. Presiden Donald Trump juga mengusulkan kenaikan anggaran militer sebesar 500 miliar dolar AS untuk mendukung rencana perluasan produksi perlengkapan perang tersebut.

Mengutip laporan Wall Street Journal, pembicaraan awal mengenai keterlibatan produsen otomotif sebenarnya telah dimulai sebelum pecahnya perang di Iran. Pemerintahan Trump disebut ingin perusahaan mobil dan manufaktur Amerika lainnya mengambil peran lebih besar dalam produksi alutsista.

Pejabat pertahanan menilai produsen kendaraan komersial dapat membantu kontraktor pertahanan tradisional melalui proses transisi kerja yang lebih cepat. Selain Ford dan General Motors, nama GE Aerospace serta produsen kendaraan Oshkosh juga masuk dalam daftar pihak yang diajak berdiskusi.

Seorang pejabat Pentagon menyebut langkah tersebut sebagai strategi penting untuk menjaga stabilitas militer Amerika Serikat.

“Departemen Pertahanan berkomitmen untuk memperluas basis industri pertahanan dengan cepat dengan memanfaatkan semua solusi dan teknologi komersial yang tersedia untuk memastikan para prajurit dapat mempertahankan keunggulan yang menentukan,” ujar pejabat itu, dikutip Jumat (17/4/2026).

Langkah ini muncul setelah Amerika Serikat menyalurkan stok senjata senilai miliaran dolar untuk mendukung berbagai konflik internasional sejak 2022. Persediaan artileri, amunisi, hingga rudal anti-tank dilaporkan mulai menipis sehingga perlu diisi kembali secara besar-besaran.

Trump juga meminta kenaikan anggaran sebesar 500 miliar dolar AS sehingga totalnya mencapai 1,5 triliun dolar AS untuk menghadapi situasi perang.

Hingga kini, General Motors, Ford, GE Aerospace, dan Oshkosh belum memberikan tanggapan resmi terkait rencana keterlibatan mereka dalam produksi alat perang tersebut. Namun, wacana peralihan industri otomotif ke sektor militer ini menunjukkan keseriusan Amerika Serikat dalam memperkuat pertahanan nasionalnya.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya