Dealer Mobil Jepang Mulai Berguguran, Toyota Ingatkan Persaingan Harus Sehat

15 Apr 2026 • 14:59 iMedia

JAKARTA – Dalam setahun terakhir, sejumlah dealer mobil Jepang mulai berguguran di Indonesia. Sebagian di antaranya bahkan beralih menjual merek mobil asal China yang kini kian agresif di pasar nasional.

Menanggapi kondisi itu, Wakil Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, meminta fenomena tersebut dilihat secara menyeluruh. Menurut dia, penutupan dealer perlu ditelaah terlebih dahulu untuk mengetahui penyebabnya.

"Kan harus dilihat alasan tutupnya kenapa. Saya nggak mau spesifik bicara cara Toyota, nanti ketahuan dong? Tapi secara umum harus dilihat, tutupnya kenapa?" ujar Bob Azam di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (14/4).

Bob menegaskan, bila penutupan terjadi karena persaingan usaha yang sehat, hal itu wajar dalam industri otomotif. Namun, ia mengingatkan agar persaingan tidak berlangsung tidak adil.

"Selama fair competition, saya rasa it’s ok. Tapi jangan sampai kompetisinya nggak fair. Mereka lebih murah karena nggak kena pajak, kita kan kena pajak. Itu kan nggak fair dong?" katanya.

Ia juga menyoroti besarnya investasi yang telah ditanamkan merek-merek Jepang di Indonesia, termasuk proses lokalisasi produksi yang tidak murah dan melibatkan banyak tenaga kerja. Karena itu, Bob berharap kebijakan yang ada tidak membuat pelaku industri yang sudah berinvestasi menjadi tidak kompetitif.

"Harus diingat juga, produk-produk yang ada di Indonesia ini sudah di-localized di Indonesia kan. Dan nggak gampang, harus invest dan lain-lain. Kalau kita invest kan lebih mahal. Tapi karena create employment dan lainnya, jalan itu harus ditempuh," tuturnya.

Ia menambahkan, industri otomotif memiliki keterkaitan besar dengan lapangan kerja, terutama di kawasan industri seperti Cikarang dan Karawang.

Sebelumnya, persaingan di pasar otomotif Indonesia memang semakin ketat seiring masuknya sejumlah merek asal China. Salah satu dealer Honda Prospect Motor (HPM) juga sempat menutup operasional dealer di kawasan Pondok Pinang, Jakarta Selatan.

Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita menilai produsen mobil Jepang harus mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar Indonesia agar tetap relevan. Menurut dia, perubahan preferensi konsumen menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh seluruh merek otomotif.

"Saya kira itu juga challenge untuk brand Jepang ya karena semuanya ini kan berkaitan dengan market. Jadi dia harus bisa menyesuaikan apa yang menjadi keinginan market," ujar Agus.

Agus juga mengingatkan bahwa produsen Jepang perlu membaca arah kebijakan pemerintah yang semakin kuat mendorong kendaraan listrik. Ia menyebut, pergeseran ke kendaraan berbasis listrik akan terus meningkat seiring upaya mengurangi ketergantungan pada energi fosil.

"Saya kira itu produsen-produsen Jepang harus bisa melihat bahwa kita akan shifting ke situ dan ini arahan langsung dari Bapak Presiden agar kita bisa segera full pada EV, baik itu motor maupun mobil termasuk truk, termasuk bus juga," kata Agus.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya