Ing Asavanund Pukau Yamaha Sunday Race Mandalika, Dukungan Fans Membludak di Pitwalk

NGEBUT.ID – Sesi pitwalk Yamaha Sunday Race di Mandalika berlangsung meriah ketika Ing Asavanund tiba di area paddock. Ribuan penggemar langsung memadati pitlane, mengangkat ponsel, membawa hadiah, dan berebut kesempatan untuk berfoto dengan sang idola.
Suasana tersebut bahkan disebut mengingatkan pada euforia MotoGP Mandalika. Dibandingkan sesi pitwalk MotoGP Mandalika 2025, kerumunan di sekitar paddock Ing Asavanund terasa lebih padat dan bertahan lebih lama, menjadi salah satu pemandangan paling mencolok sepanjang Yamaha Sunday Race 2026.
Ing datang ke Mandalika bukan sekadar memenuhi agenda sebagai figur publik. Pembalap 20 tahun itu ingin menguji kemampuannya di lintasan baru dan bersaing dengan deretan rider terbaik Asia-Pasifik.
Meski belum naik podium, hasil yang diraihnya terbilang memuaskan. Ia finis di posisi ketujuh pada race pertama dan kedelapan pada race kedua, setelah memulai balapan dari posisi kurang ideal di kualifikasi.
“Saya rasa hasilnya lebih baik dari yang saya bayangkan. Untuk balapan hari ini dan kemarin, saya sangat senang dengan hasilnya,” ujar Ing Asavanund.
“Saat sesi kualifikasi saya tampil kurang baik sehingga harus start dari posisi P17 dan P16. Namun saat balapan saya bisa memperbaiki posisi cukup banyak. Karena itu saya sangat puas dengan hasil yang saya dapatkan,” lanjutnya.
Bagi Ing, Mandalika menjadi pengalaman baru. Selama ini ia lebih sering membalap di Buriram, Bangkok, dan Pattaya, sehingga karakter sirkuit di Lombok memberinya tantangan berbeda.
“Bagi saya ini juga menjadi kesempatan besar untuk keluar dari Bangkok, Thailand, dan mencoba balapan di lintasan baru,” katanya.
Ia menilai karakter Mandalika memaksanya beradaptasi cepat. Dengan hanya dua sesi latihan bebas, satu kualifikasi, dan dua balapan, waktu untuk mengenal motor dan trek pun sangat terbatas.
“Lintasannya sangat menyenangkan. Banyak penonton yang datang sehingga membuat saya semakin termotivasi,” ujar Ing.
“Mandalika adalah sirkuit yang sangat cepat. Tikungan stop-and-go tidak terlalu banyak. Biasanya saya lebih menyukai karakter lintasan dengan banyak tikungan stop-and-go, jadi di sini saya harus belajar lebih banyak. Tapi saya sangat menikmati pengalaman ini,” tambahnya.
Di luar lintasan, Ing menjalani rutinitas yang cukup padat. Ia masih berstatus mahasiswa di Thailand, aktif sebagai aktor, dan tetap mengejar mimpinya menjadi pembalap profesional.
“Sekarang saya masih kuliah di Thailand dan juga bekerja sebagai aktor. Jadi memang tidak mudah membagi waktunya. Tapi saya ingin terus mencoba memberikan yang terbaik karena saya sangat menyukai balap motor,” kata Ing.
Meski dikenal lewat dunia hiburan, balapan justru menjadi awal perjalanannya. Ing mulai mengenal dunia balap sejak usia 12 tahun, jauh sebelum terjun ke dunia akting.
Akhir pekan di Mandalika pun menjadi momen yang sulit dilupakan. Selain berhasil memperbaiki posisinya di lintasan, ia juga merasakan sambutan luar biasa dari para penggemar Indonesia yang menurutnya belum pernah ia temui sebelumnya.
“Sangat berbeda. Ini pertama kalinya saya balapan dengan atmosfer seperti ini dan saya benar-benar terkejut. Saya belum pernah merasakan dukungan penonton sebesar ini di Thailand,” tutup Ing Asavanund.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
