Events Otomotif

InJourney Paparkan Dampak MotoGP Mandalika 2025 bagi Sport Tourism dan Ekonomi Lokal

NGEBUT.ID – InJourney memaparkan dampak penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 yang dinilai tidak hanya sebagai ajang balap internasional, tetapi juga sebagai penggerak sport tourism, ekonomi daerah, dan pengembangan destinasi. Kajian tersebut disusun Kementerian PPN/Bappenas bersama…

iMedia October 2, 2026 · 2:23 am
ADVERTISEMENT970 × 90

NGEBUT.ID – InJourney memaparkan dampak penyelenggaraan MotoGP Mandalika 2025 yang dinilai tidak hanya sebagai ajang balap internasional, tetapi juga sebagai penggerak sport tourism, ekonomi daerah, dan pengembangan destinasi.

Kajian tersebut disusun Kementerian PPN/Bappenas bersama PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) dan Mandalika Grand Prix Association (MGPA), bagian dari ekosistem InJourney. Penyusunan kajian turut melibatkan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Pariwisata, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Sekretariat Negara, Badan Pusat Statistik, serta Bank Indonesia.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menilai peluncuran buku tersebut menjadi momentum untuk melihat MotoGP Mandalika dari perspektif yang lebih luas. Menurut dia, penyelenggaraan balapan internasional itu bukan hanya soal sport event, melainkan juga bagian dari strategi pengembangan destinasi dan penggerak ekonomi masyarakat.

“Bagi InJourney, MotoGP Mandalika bukan sekadar event olahraga internasional. Ini adalah platform yang mempertemukan olahraga, pariwisata, konektivitas, ekonomi kreatif, UMKM, talenta lokal, hingga nation branding Indonesia,” ujar Maya.

Kajian Bappenas bersama ITDC dilakukan melalui survei terhadap lebih dari 1.800 responden, yang mencakup penonton domestik, wisatawan mancanegara, pelaku UMKM, tenaga kerja, dan sponsor. Hasilnya, skor pengalaman penonton atau brand equity tercatat 5,07 dari skala 6.

Studi tersebut juga menunjukkan peningkatan eksposur Mandalika berpotensi mendorong kunjungan wisatawan sekitar 11 persen. Dengan dukungan promosi destinasi yang terintegrasi, tambahan belanja wisatawan diperkirakan mencapai Rp44,5 miliar.

Dampak ekonomi MotoGP Mandalika juga terlihat pada aktivitas lokal. Ajang ini ikut menggerakkan UMKM, tenaga kerja, transportasi, akomodasi, ekonomi kreatif, hingga sektor pariwisata. Tingkat kepuasan tenaga kerja dan relawan tercatat 5,51 dari skala 6, sementara kepuasan pelaku UMKM dan tenant mencapai 5,23.

Di sisi lain, eksposur global MotoGP Mandalika memberikan nilai promosi bagi Indonesia dan Mandalika dengan Advertising Value Equivalency (AVE) sebesar 361,6 juta euro atau sekitar Rp6,9 triliun.

Direktur Utama InJourney menegaskan manfaat penyelenggaraan event perlu dikembangkan melalui ekosistem yang terintegrasi. Dengan pendekatan itu, manfaat MotoGP diharapkan tidak hanya dirasakan saat perhelatan berlangsung, tetapi juga berlanjut setelah event selesai.

“Yang ingin kita bangun bukan hanya event yang sukses pada saat berlangsung, tetapi sebuah ekosistem yang terus tumbuh sebelum, selama, dan setelah event. Mulai dari konektivitas, kesiapan destinasi, kualitas pengalaman wisatawan, keterlibatan UMKM dan masyarakat, sampai pengembangan talenta lokal,” kata Maya.

Sebagai bagian dari ekosistem InJourney, ITDC berperan dalam pengembangan The Mandalika sebagai kawasan pariwisata sekaligus destinasi sport tourism. Plt. Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, mengatakan temuan dalam kajian Bappenas memperkuat pentingnya mengubah dampak event menjadi manfaat pembangunan kawasan jangka panjang.

“MotoGP Mandalika menunjukkan bahwa event olahraga internasional bukan sekadar tontonan, tetapi dapat menjadi katalis bagi pertumbuhan ekonomi dan pengembangan kawasan secara berkelanjutan. Bagi ITDC, momentum ini harus ditransformasikan dari event-based economy menjadi event-led development, sehingga dampaknya tidak berhenti ketika balapan selesai,” ujarnya.

Fajar menambahkan, dengan pengalaman lebih dari 52 tahun, ITDC terus memperkuat perannya sebagai master developer dan asset manager melalui pengembangan infrastruktur, fasilitas, dan ekosistem destinasi yang terintegrasi. Langkah itu dilakukan bersama pelaku industri dan masyarakat.

“Inilah bagian dari komitmen kami untuk menjadikan The Mandalika sebagai destinasi sport tourism berkelas dunia yang hidup 365 hari, sekaligus menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” katanya.

Dari sisi motorsport, MotoGP dan berbagai ajang balap di Mandalika juga dinilai penting untuk membangun ekosistem motorsport nasional. Direktur Utama MGPA, Ananda Mikola, mengatakan event internasional dapat membuka ruang bagi talenta muda Indonesia untuk berkembang dan memperoleh pengalaman bertanding di level global.

“Kita ingin momentum ini ikut membangun ekosistem motorsport nasional, mulai dari pembinaan pembalap muda, tenaga profesional, marshal, hingga berbagai profesi pendukung lainnya. Kehadiran talenta seperti Veda Ega Pratama dan Mario Aji menunjukkan bahwa event internasional dapat menjadi bagian dari perjalanan talenta Indonesia menuju level dunia,” ujar Ananda.

Ia menambahkan, MGPA akan terus memperkuat kualitas penyelenggaraan event sekaligus mengembangkan ekosistem motorsport di Pertamina Mandalika International Circuit. Berbagai ajang yang digelar di sirkuit tersebut menjadi ruang bagi pembalap dan talenta nasional untuk mendapatkan pengalaman dengan standar internasional.

Dengan demikian, penyelenggaraan MotoGP Mandalika diarahkan bukan hanya pada suksesnya event, tetapi juga pada pengembangan kawasan, aktivitas ekonomi, dan ekosistem motorsport yang memberi manfaat jangka panjang.

ADVERTISEMENTResponsive
AUTHOR

iMedia

iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

ADVERTISEMENTResponsive
Exit mobile version