Konvoi Dikawal Polisi Berhenti dan Foto-foto di Sitinjau Lauik, Ini Risikonya

14 Apr 2026 • 02:47 iMedia

NGEBUT.ID – Sebuah video yang memperlihatkan rombongan mobil diduga pejabat berhenti dan berfoto-foto di kawasan Sitinjau Lauik, Sumatera Barat, viral di media sosial. Dalam video itu, konvoi mobil yang dikawal kendaraan polisi tampak melintas di jalur menanjak dan menikung tajam sebelum akhirnya berhenti di tengah jalan.

Rombongan tersebut disebut menggunakan sejumlah mobil, di antaranya Toyota Fortuner dan Kijang Innova. Mobil patroli polisi yang mengawal konvoi juga terlihat beberapa kali membunyikan sirene.

Setelah berhenti di area yang dikenal rawan itu, beberapa penumpang turun dari mobil dan berpose di tengah tikungan. Sementara itu, kendaraan lain, termasuk truk-truk besar, tampak harus menunggu di kedua arah jalan.

“Kejadian yg sangat tidak masuk akal sekaligus memprihatinkan. Ditikungan yg terjal dan curam, mereka berhenti hanya untuk berfoto, sementara pengguna jalan yg lain terpaksa menunggu. Sangat membahayakan mereka sendiri & pengguna jalan yg lain. Mirisnya ini dikawal oleh Polantas pula,” tulis akun Threads joezenzie.

Praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menegaskan bahwa Sitinjau Lauik dikenal sebagai jalur berbahaya karena tikungannya tajam, tanjakannya curam, dan permukaannya kerap licin.

“Nggak semua mobil bisa melewati dengan aman tanpa panduan. Banyak kendaraan juga yang mengalami kecelakaan akibat gagal nanjak atau gagal ngerem,” kata Sony kepada detikOto, Senin (13/4/2026).

Menurut Sony, area tersebut semestinya steril dari kendaraan yang berhenti sembarangan, apalagi jika dilakukan dengan sengaja dan tanpa alasan yang mendesak.

“Area tersebut harus clear dari kendaraan yang berhenti dengan sengaja, tidak pada tempatnya dan membahayakan orang lain,” ujarnya.

Ia menambahkan, kondisi jalan di Sitinjau Lauik yang curam, licin, dan ramai membuat siapa pun yang berhenti di lokasi itu berisiko menjadi korban jika ada kendaraan lain mengalami rem blong atau gagal menanjak.

“Spot jalannya curam, licin, patah, ramai, padat. Kalau ada kendaraan yang gagal rem atau gagal nanjak, mereka-mereka ini jadi target kecelakaan. Mereka-mereka ini yang dibilang unsafe act,” kata Sony.

Dikutip dari CNN Indonesia, rombongan yang berhenti dan berfoto di tengah tanjakan itu diduga eks anggota DPR Arteria Dahlan. Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes M Reza Chairul membenarkan adanya peristiwa tersebut.

Reza mengatakan, kejadian itu berlangsung saat rombongan diduga Arteria Dahlan sedang menjalani kegiatan di wilayah Solok Kota. Ia juga menyebut di titik tanjakan menikung tersebut memang kerap ada pengemudi yang berhenti untuk membantu mengatur lalu lintas.

Meski begitu, Reza mengaku telah menegur jajaran kepolisian di Solok Kota yang melakukan pengawalan. “Iya itu yang mengawal dari Satlantas Polres Solok Kota. Sudah saya tegur Kapolres dan Kasatlantasnya,” katanya.

Peristiwa ini kembali mengingatkan bahwa jalur seperti Sitinjau Lauik bukan lokasi yang tepat untuk berhenti, apalagi sekadar mengambil foto. Selain mengganggu arus lalu lintas, tindakan tersebut juga bisa membahayakan keselamatan semua pengguna jalan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya