Pelajaran dari Kecelakaan Mobil MBG Tabrak Motor Pasutri Lansia di Tuban

15 Apr 2026 • 15:00 iMedia

NGEBUT.ID – Kecelakaan tragis melibatkan mobil operasional program Makan Bergizi Gratis (MBG) milik Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sendang 2 Senori, Tuban, dengan sepeda motor yang ditumpangi pasangan suami istri lanjut usia.

Insiden terjadi di Jalan Prawirosadir, Desa Leran, Kecamatan Senori, Tuban, pada Selasa siang. Mobil bernomor polisi B 9232 SCL itu menabrak motor yang dikendarai Rahmad (65), warga setempat, saat ia membonceng istrinya menuju ladang sawah.

Berdasarkan keterangan saksi, kecelakaan terjadi di ruas jalan menikung antardesa. Mobil MBG disebut melaju dari arah utara dan diduga hendak menyalip dua kendaraan di depannya.

"Posisi jalan menikung, mobil MBG memaksa hendak menyalip dua kendaraan di depannya. Korban dari arah selatan sudah berada di pinggir jalan, namun tetap tertabrak dari depan," ujar Rofiudin, warga setempat.

Peristiwa itu sempat memicu ketegangan di lokasi karena warga emosi terhadap sopir mobil MBG. Namun, situasi berhasil diredam perangkat desa. Kedua korban kemudian dievakuasi menggunakan ambulans milik Pemerintah Desa Leran dan dibawa ke Rumah Sakit Graha Husada Singgahan untuk mendapat perawatan medis.

Mobil operasional MBG tersebut mengalami kerusakan pada bumper depan dan kaca retak. Sementara sepeda motor Honda Supra milik korban rusak parah di bagian depan.

Menanggapi kejadian itu, praktisi keselamatan berkendara sekaligus Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, menyoroti pentingnya manajemen waktu dalam perjalanan.

"Saya nggak tahu detailnya, kemungkinan kendaraan tersebut mengangkut logistik makanan untuk anak-anak dan tidak mau terlambat sehingga terburu-buru dan lupa mengontrol kecepatannya," kata Sony.

Menurut Sony, tekanan untuk mengejar waktu sering kali membuat pengemudi mengambil keputusan berisiko di jalan. Ia menekankan bahwa pengelolaan waktu yang buruk dapat berujung pada kecelakaan.

"Dalam kasus ini terlihat time manajemen yang dilakukan oleh tim mereka belum sesuai dengan aturan. Memang yang paling gampang buang waktunya di jalan, jadinya pengemudi ditumpahkan tanggung jawab yang harus ngebut, terburu-buru dan ujungnya kecelakaan. Jika hal ini tidak diperbaiki, maka kecelakaan-kecelakaan berikutnya ngantre di belakang dari kasus sebelumnya," ujarnya.

Untuk pengguna jalan lain, Sony juga mengingatkan agar memberi jarak aman dan menghindari kendaraan yang terlihat melaju terlalu agresif.

"Bagi pengemudi-pengemudi lain dalam menyikapi kendaraan yang seperti ini, nggak ada jalan lain kecuali menjauh. Toh terlihat di kaca spion," kata Sony.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya