Riding Honda PCX 160 ke Desa Wisata Krebet, Astra Motor Yogyakarta Dukung Kelestarian Batik Kayu

NGEBUT.ID – Jurnalis menjajal kenyamanan Honda PCX 160 Roadsync saat melintasi rute perkotaan Yogyakarta hingga kawasan perbukitan menuju Desa Wisata Krebet, Bantul. Perjalanan ini sekaligus menyoroti sinergi Astra Motor Yogyakarta dalam mendukung keberlanjutan desa wisata dan pelestarian batik kayu.
Rombongan berangkat dari Kantor Main Dealer Astra Motor Yogyakarta pada pukul 09.20 WIB. Berdasarkan pantauan panel instrumen digital pada unit yang digunakan, trip meter menunjukkan angka awal 1.796,7 km. Setelah menempuh jalur perkotaan hingga tanjakan menuju kawasan perbukitan, Honda PCX 160 Roadsync terbukti nyaman dan mumpuni untuk perjalanan harian maupun wisata.
Setibanya di Desa Wisata Krebet, odometer menunjukkan angka 1.816 km. Artinya, jarak sejauh 19,3 km ditempuh dalam waktu sekitar 40 menit dengan lancar.
Desa Wisata Krebet dikenal sebagai sentra kerajinan batik kayu unggulan yang mengusung konsep pariwisata berbasis masyarakat. Desa ini juga meraih Juara 1 Kategori Kelembagaan dan SDM pada Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2024, serta Juara 1 Lomba Desa Wisata tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Di lokasi, rombongan disambut Pengelola Desa Wisata Krebet, Jati Kumara, bersama Bendahara Desa Wisata, Mas Panut, di sebuah pendopo yang dipenuhi karya batik kayu hasil tangan warga setempat. Dalam pemaparannya, Jati menjelaskan bahwa aktivitas pariwisata di Krebet dijalankan sepenuhnya oleh masyarakat melalui konsep Community Based Tourism (CBT).
Keunikan utama desa ini terletak pada proses pembuatan batik kayu. Jika batik pada umumnya digoreskan di atas kain, para perajin Krebet justru menggunakan canting dan malam pada media kayu. Saat ini, Krebet memiliki lebih dari 50 rumah produksi kerajinan, lebih dari 150 unit usaha masyarakat, dan menyerap sekitar 200 tenaga kerja setiap hari.
Bantuan alat produksi dari Astra juga disebut memberikan dampak nyata bagi perkembangan UMKM perajin di desa tersebut. Dukungan ini memperkuat ekosistem usaha warga sekaligus menjaga kelestarian tradisi batik kayu agar tetap berkembang di tengah industri pariwisata yang terus tumbuh.

