Bahan Bakar dari Jerami Bobibos Akan Dites pada Mobil dan Motor
JAKARTA – Bahan bakar nabati Bobibos yang dibuat dari jerami akan menjalani serangkaian pengujian pada kendaraan roda dua dan roda empat. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut pengujian itu diperlukan sebelum Bobibos bisa dipertimbangkan sebagai alternatif BBM fosil.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Laode Sulaeman, mengatakan pengujian akan difokuskan pada mobil dan motor. Menurut dia, Bobibos harus melewati tes jalan untuk memastikan performa dan keamanannya saat digunakan di kendaraan.
"Nanti dilakukan tes pada kendaraan mobil dan motor. Kita fokuskan di sana," ujar Laode seperti dikutip dari Antara.
Laode juga meminta Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM, Noor Arifin Muhammad, memimpin tim bersama perwakilan Bobibos untuk membahas kebutuhan teknis pengujian.
"Nanti langsung bicara tentang teknisnya saja. Disusun kebutuhannya apa saja," kata Laode.
Selain pengujian, Bobibos juga perlu memenuhi sejumlah ketentuan perizinan, termasuk izin penjualan.
Sementara itu, founder Bobibos, Iklas Thamrin, mengatakan pihaknya siap menjalani pengujian resmi. Ia menyebut Bobibos sudah lebih dulu melakukan uji internal pada berbagai jenis kendaraan.
"Kami sudah tes jalan di berbagai merek motor, mobil, diesel, bahkan truk," kata Iklas.
Pembina Bobibos, Mulyadi, menjelaskan bahwa bahan bakar ini memanfaatkan jerami yang selama ini kerap dibakar petani seusai panen. Menurut dia, pemanfaatan jerami sebagai bahan bakar dapat memberi nilai ekonomi tambahan bagi petani.
"Dengan hadirnya Bobibos, petani senyum dua kali. Saat panen ada beras, setelah panen jeraminya punya nilai ekonomi," kata Mulyadi.
Bobibos sebelumnya diluncurkan pada 2 November 2025. Bahan bakar ini diklaim memiliki RON 98, berbahan nabati sepenuhnya, dan ditawarkan sebagai solusi yang lebih ramah lingkungan serta lebih terjangkau.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
