Bengkel Belum Ada, Mengapa BGN Tetap Beli 25 Ribu Motor Listrik untuk MBG?
JAKARTA – Badan Gizi Nasional (BGN) telah memesan 25 ribu unit motor listrik EMMO untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, keputusan itu memunculkan pertanyaan karena produsen kendaraan tersebut disebut belum memiliki jaringan bengkel yang memadai di Indonesia.
Berdasarkan laman resmi EMMO pada Sabtu (11/4), perusahaan itu baru memiliki satu dealer di Indonesia, yaitu di kawasan Grogol, Jakarta Barat. Fasilitas tersebut pun belum sepenuhnya rampung. Showroom yang ada juga dilaporkan masih kosong dan belum beroperasi optimal.
Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terkait layanan purna jual, terutama karena 25 ribu unit motor listrik tersebut akan disebar ke seluruh SPPG di Indonesia. Jika terjadi kerusakan di luar daerah, ketersediaan bengkel dan suku cadang menjadi isu penting.
Pengamat otomotif dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Pasaribu, menilai faktor reliabilitas jangka panjang, suku cadang, dan layanan purna jual sangat krusial untuk proyek berskala besar seperti MBG. Menurut dia, minimnya jaringan servis berpotensi membuat waktu henti kendaraan lebih tinggi dibandingkan merek yang jaringan layanannya sudah mapan.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
