Pabrik Bridgestone di Karawang dan Bekasi Raih Penghargaan PROPER dari KLH

NGEBUT.ID – PT Bridgestone Tire Indonesia meraih penghargaan PROPER peringkat emas dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk Karawang Plant (KP) dan peringkat hijau untuk Bekasi Plant (BP). Predikat emas ini menjadi yang pertama bagi Bridgestone Indonesia.
Penghargaan tersebut terasa istimewa karena diberikan bertepatan dengan peringatan 50 tahun kehadiran Bridgestone di Indonesia. Bridgestone juga menjadi satu-satunya produsen ban di Tanah Air yang berhasil meraih peringkat emas dalam ajang tersebut.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menyebut pencapaian itu sebagai hadiah terbaik di momentum ulang tahun emas perusahaan. Ia menegaskan komitmen Bridgestone untuk terus memperbaiki pengelolaan lingkungan di masa mendatang.
“PROPER Peringkat Emas ini menjadi kado paling indah karena bertepatan dengan ulang tahun emas atau 50 tahun Bridgestone hadir di Indonesia. Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan yang lebih baik di masa depan,” ujar Mukiat.
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup, Bridgestone Indonesia dinilai konsisten dalam mengelola dampak lingkungan secara efektif dan efisien. Upaya yang dilakukan antara lain pengelolaan sisa hasil produksi, pengurangan polusi, pemanfaatan energi terbarukan, serta berbagai langkah konservasi dalam operasional perusahaan.
Pada periode 2024-2025, sebanyak 5.476 perusahaan dari berbagai sektor mengikuti penilaian PROPER, meningkat 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan semakin kuatnya kesadaran dunia usaha terhadap pentingnya kinerja lingkungan yang transparan.
Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq, mengatakan PROPER kini tidak lagi sebatas instrumen kepatuhan administratif, melainkan pendorong transformasi perusahaan agar mampu melampaui standar yang ditetapkan.
“PROPER bukan lagi sekadar alat evaluasi administratif. PROPER adalah motor transformasi yang mendorong perusahaan tidak hanya taat, tetapi melampaui ketaatan melalui inovasi, efisiensi sumber daya, dan kontribusi nyata kepada masyarakat,” kata Hanif.
Ia menambahkan, dari hasil penilaian tahun ini, sebanyak 282 perusahaan berhasil masuk kategori beyond compliance, terdiri atas 39 perusahaan peringkat emas dan 243 perusahaan peringkat hijau.
