Pedro Acosta Sebut Rider MotoGP Terlalu Egois untuk Meniru Asosiasi Pembalap F1

22 May 2026 • 14:18 iMedia

NGEBUT.ID – Pedro Acosta meragukan para pembalap MotoGP bisa membentuk asosiasi seperti Grand Prix Drivers’ Association (GPDA) di Formula 1. Menurutnya, karakter para rider yang cenderung individualistis membuat langkah semacam itu sulit terwujud.

Isu keselamatan kembali menjadi sorotan di MotoGP setelah sejumlah keputusan dan insiden memicu kritik. Salah satunya adalah perubahan sirkuit permanen Phillip Island menjadi sirkuit jalanan Adelaide sebagai tuan rumah GP Australia mulai 2027. Sorotan lain datang dari GP Catalunya pada Minggu (17/5/2026), ketika Race Direction melakukan dua kali restart akibat dua kecelakaan parah yang dialami Alex Marquez dan Johann Zarco.

Di sisi lain, Francesco Bagnaia juga mengkritik para rivalnya yang kerap absen dari rapat Komite Keselamatan setiap Jumat sore. Ia menyebut kini hanya ada tiga pembalap yang rutin hadir, yakni dirinya, Luca Marini, dan Jack Miller.

Bagnaia dan Marini lalu mendorong para rider lain untuk lebih kompak membentuk asosiasi pembalap demi kepentingan mereka sendiri. Mereka menilai para pabrikan dan tim sudah memiliki wadah masing-masing, yaitu MSMA dan IRTA.

Acosta sepakat bahwa para pembalap memang perlu bersuara bersama untuk menghadapi berbagai persoalan di lintasan. Namun, ia menilai kehadiran rutin dalam rapat Komite Keselamatan setiap pekan bukan hal yang mutlak diperlukan.

“Saya rasa Anda tidak perlu pergi setiap pekan ke rapat Komite Keselamatan hanya karena ada gundukan baru di sirkuit,” ujar Acosta kepada Motorsport.com di sela tes tengah musim di Catalunya, Senin (18/5/2026).

“Saya rasa apa yang terjadi kemarin tidak akan bisa dihindari dengan rapat Komite Keselamatan. Menurut saya, sekarang kami harus melihat sendiri seberapa besar kami ingin mengambil risiko setelah hal-hal seperti ini terjadi,” lanjutnya.

Ketika disinggung soal kemungkinan MotoGP meniru GPDA di Formula 1, Acosta tetap skeptis. Ia menilai upaya itu sangat rumit karena setiap pembalap selalu memiliki kepentingan masing-masing.

“Ini sangat rumit, selalu ada satu pembalap yang melihat peluang di akhir pekan,” kata juara dunia Moto3 2021 dan Moto2 2023 itu.

“Jika Anda memberi tahu saya dua jam sebelum balapan bahwa sesuatu akan terjadi, kami tidak akan balapan. Namun, untuk satu akhir pekan ketika Anda merasa dalam kondisi baik, saya ingin balapan,” ujarnya.

“Anda harus memahami bahwa para pembalap, meskipun mungkin tidak terlihat seperti itu, cukup egosentris. Anda selalu mencari peluang untuk membuat gebrakan besar,” pungkas Acosta.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya