Strategi Daihatsu agar Dealernya Tak Beralih ke Merek Mobil China

JAKARTA – Semakin pesatnya pertumbuhan merek mobil China di Indonesia turut memengaruhi peta bisnis dealer otomotif. Sejumlah dealer yang sebelumnya menjual mobil Jepang kini mulai beralih dan menjadi jaringan penjualan merek-merek asal China yang tengah naik daun.
Fenomena itu juga menjadi perhatian Daihatsu. Pabrikan asal Jepang tersebut berupaya menjaga jaringan dealernya agar tetap kompetitif dan tidak ikut terdampak pergeseran pasar.
Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Tri Mulyono mengatakan, perubahan lanskap industri otomotif membuat Daihatsu harus meningkatkan kualitas layanan di jaringan dealer.
“Saat ini memang lanskap otomotif Indonesia ada penambahan dari merek-merek yang cukup beragam. Tapi kami saat ini memang harus meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat dari dealer-dealer kami,” ujar Tri di Jakarta, belum lama ini.
Menurut Tri, Daihatsu terus melakukan peningkatan kualitas di seluruh jaringan dealer agar tetap menjadi pilihan konsumen. Perusahaan juga berharap para mitra dealer tetap konsisten memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.
“Harapannya dari pihak-pihak dealer ini, kami dengan 280 outlet dari 23 grup dealer, masih tetap punya komitmen untuk memberikan layanan yang tetap baik kepada masyarakat, sehingga produknya Daihatsu pun juga bisa tetap dapat dinikmati oleh masyarakat,” katanya.
Adapun saat ini Daihatsu didukung jaringan layanan purnajual yang cukup luas, meliputi lebih dari 260 outlet, lebih dari 170 bengkel layanan purnajual, lebih dari 320 Daihatsu Mobile Service, serta lebih dari 3.320 part shop di seluruh Indonesia.
