Studi AAA: Cuaca Ekstrem Dapat Pangkas Jarak Tempuh Mobil Listrik dan Efisiensi Hybrid

10 May 2026 • 01:12 iMedia

NGEBUT.ID – Riset American Automobile Association (AAA) menunjukkan bahwa efisiensi mobil listrik dan kendaraan hybrid dapat turun cukup signifikan saat digunakan dalam kondisi cuaca ekstrem.

Dalam pengujian laboratorium, AAA menemukan suhu dingin ekstrem bisa memangkas jarak tempuh mobil listrik hingga 39 persen pada kondisi tertentu. Sementara itu, efisiensi bahan bakar mobil hybrid juga ikut turun hingga 22,8 persen saat berada di suhu rendah.

Penurunan performa tersebut dipengaruhi sejumlah faktor, mulai dari gaya berkendara hingga kondisi jalan. Namun, suhu lingkungan disebut menjadi salah satu faktor paling besar terhadap kinerja kedua jenis kendaraan itu.

AAA menguji tiga mobil listrik dan tiga kendaraan hybrid menggunakan dynamometer, alat simulasi yang memungkinkan mobil diuji seolah-olah sedang melaju di jalan. Selama pengujian, suhu kabin dijaga pada kisaran 22 derajat Celsius, sedangkan suhu ruangan dibuat dalam tiga skenario, yakni minus 6,7 derajat Celsius, 23,9 derajat Celsius sebagai kondisi ideal, dan 35 derajat Celsius untuk mensimulasikan cuaca panas.

Dengan suhu 23,9 derajat Celsius sebagai acuan, AAA mencatat saat temperatur naik ke 35 derajat Celsius, mobil listrik mengalami penurunan jarak tempuh rata-rata sebesar 8,5 persen. Pada kondisi yang sama, efisiensi energinya juga turun sekitar 10,4 persen.

Adapun pada kendaraan hybrid, penurunan efisiensi bahan bakar saat cuaca panas tercatat sedikit lebih besar, yakni hingga 12 persen.

Ketika suhu diturunkan menjadi minus 6,7 derajat Celsius, dampak paling besar justru dialami mobil listrik. Efisiensi kendaraan listrik turun hingga 35,6 persen, sehingga jarak tempuhnya menyusut rata-rata sampai 39 persen.

Kendaraan hybrid juga terdampak pada kondisi tersebut. AAA mencatat efisiensi bahan bakar mobil hybrid turun hingga 22,8 persen saat berada di suhu rendah.

“Mobil listrik memang sangat efisien saat digunakan pada suhu moderat, namun performanya bisa turun cukup signifikan ketika cuaca terlalu dingin,” ujar Greg Brannon, Direktur Automotive Engineering and Research AAA, dikutip dari Carscoops, Sabtu (9/5/2026).

Brannon mengaku cukup terkejut melihat kendaraan hybrid juga mengalami penurunan efisiensi bahan bakar hingga hampir 23 persen pada suhu rendah.

Ia menyarankan konsumen yang ingin membeli mobil listrik maupun hybrid untuk mempertimbangkan kondisi iklim, biaya energi, serta pola penggunaan kendaraan agar sesuai dengan kebutuhan harian.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya