Diduga Mirip Produk China Rp 8 Juta, Mengapa Motor MBG Bisa Tembus Rp 40 Juta?

15 Apr 2026 • 15:00 iMedia

NGEBUT.ID – Motor listrik yang digunakan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi sorotan setelah diduga memiliki kemiripan dengan produk asal China yang harganya jauh lebih murah.

Motor trail listrik EMMO JVX GT disebut-sebut serupa dengan Kollter ES1-X PRO yang dipasarkan di platform Alibaba. Di sana, motor tersebut tercantum sekitar Rp 10 jutaan untuk pembelian satu unit, bahkan bisa turun menjadi sekitar Rp 8 jutaan jika membeli dua unit.

Pegiat kendaraan listrik dari Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia (Kosmik), Hendro Sutono, mengatakan praktik rebranding atau white label pada kendaraan listrik sebenarnya sudah umum terjadi. Menurut dia, banyak produk yang awalnya dibuat pabrikan China lalu dipasarkan ulang dengan merek berbeda.

“Praktik umum,” kata Hendro saat menanggapi apakah pembelian kendaraan white label dari China dan rebranding memang lazim di industri kendaraan listrik.

Ia menambahkan, produk yang benar-benar dirancang dan dibangun dari nol di Indonesia justru masih terbatas, seperti GESITS, MAKA, dan QUEST.

Hendro menjelaskan, harga yang terlihat di platform business-to-business seperti Alibaba umumnya merupakan harga pabrik eksportir di China, belum termasuk biaya pengiriman, asuransi kargo, pajak impor, serta biaya lain yang berlaku di Indonesia.

“Ambil asumsi harga pabrik China Rp 10 juta per unit. Begitu barang keluar dari pelabuhan China menuju Indonesia, ongkos freight dan asuransi internasional bisa menambah 5-10 persen. Nilai Cost, Insurance, Freight (CIF) sudah menjadi sekitar Rp 10,5-11 juta,” ujarnya.

Menurut dia, setelah masuk ke Indonesia, importir masih harus membayar PPh Pasal 22, PPN impor, dan kemungkinan bea masuk sesuai kode HS serta ketentuan dagang yang berlaku. Setelah itu, ada pula biaya logistik domestik, pengurusan dokumen, hingga distribusi ke pabrik perakitan lokal.

Di tahap perakitan, biaya juga terus bertambah, mulai dari upah tenaga kerja, listrik, air, sewa bangunan, quality control, pengujian, hingga sertifikasi. Setelah semuanya dihitung, harga motor yang awalnya terlihat murah bisa naik berkali-kali lipat.

“Ketika semua lapisan itu dijumlahkan, motor yang komponen dasarnya bernilai Rp 10 juta di platform China sangat mungkin tiba di tangan konsumen Indonesia dengan harga Rp 40 juta lebih,” kata Hendro.

Ia menilai, platform seperti Alibaba pada dasarnya merupakan etalase OEM dan ODM yang menawarkan basis produk dengan harga minimum. Spesifikasi akhir, seperti kapasitas baterai, kualitas sel, motor, pengereman, dan standar keselamatan, sangat bergantung pada pesanan dari pembeli.

Hendro juga menyebut harga murah yang muncul di platform tersebut belum tentu merepresentasikan produk dengan spesifikasi tinggi. Bisa saja harga itu menggunakan komponen paling dasar dengan garansi terbatas dan tanpa standar uji yang ketat.

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana mengungkap motor listrik operasional MBG itu dibeli dengan harga sekitar Rp 42 juta. Ia menyebut harga tersebut masih di bawah harga pasaran yang disebut berada di kisaran Rp 52 juta.

“Harga pasaran Rp 52 juta, kita beli kalau nggak salah Rp 42 juta, di bawah harga pasaran,” kata Dadan.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya