Emang Kepala SPPG Perlu Motor Trail Listrik Seharga Rp 50 Juta?
Jakarta – Pengadaan motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan publik. Pasalnya, kendaraan yang disiapkan untuk Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) disebut memiliki harga yang tidak sedikit.
Belakangan, motor listrik berlogo Badan Gizi Nasional (BGN) ramai diperbincangkan. Kendaraan itu disebut akan digunakan oleh para Kepala SPPG untuk mendukung operasional program MBG di lapangan.
Motor yang dimaksud adalah Emmo JVX GT, motor listrik bergaya trail. Selain itu, ada pula model skuter listrik Emmo JVH Max.
Berdasarkan situs resmi produsen, Emmo JVX GT dijual dengan harga Rp 56,8 juta. Sementara Emmo JVH Max dibanderol Rp 48,8 juta dengan klaim kecepatan hingga 90 km/jam, jarak tempuh 70 km, dan baterai 72v 30Ah.
Namun, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana menyebut harga per unit motor listrik untuk Kepala SPPG sebesar Rp 42 juta. Ia mengatakan harga tersebut lebih murah sekitar Rp 10 juta dibanding harga pasar yang disebut mencapai Rp 52 juta.
Pengamat otomotif Bebin Djuana menilai pemilihan motor listrik tersebut menimbulkan pertanyaan. Menurut dia, penggunaan kendaraan untuk mendukung tugas kepala dapur memang bisa dimaklumi, tetapi harga motor listrik yang mencapai puluhan juta rupiah menjadi sorotan.
"Untuk apa? Kenapa pilih seperti itu, kenapa pilih spesifikasi seperti itu, untuk apa? Bahwa kepala dapur perlu kendaraan, kita bisa maklumin, masa dia suruh jalan kaki. Bahwa perlu beli motor listrik yang Rp 50 juta, itu jadi tanda tanya besar," kata Bebin.
Bebin juga mempertanyakan mengapa kendaraan itu tidak mengutamakan produksi dalam negeri. Menurut dia, kendaraan dengan fungsi serupa sebenarnya bisa dibuat di Indonesia dengan memanfaatkan tenaga kerja lokal.
Di sisi lain, ia menilai penggunaan kendaraan listrik tetap memiliki sisi positif karena dapat mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Bebin juga menyebut, bila kendaraan tersebut diproduksi di dalam negeri, proses perawatan dan perbaikannya akan lebih mudah karena bengkel lokal bisa ikut menangani.
Hingga kini, pemilihan motor listrik untuk program MBG masih menjadi bahan perbincangan, terutama terkait harga dan urgensinya bagi operasional Kepala SPPG.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
