Apa Itu Jalan Berbayar? Ini Wacana Dedi Mulyadi untuk Mengurai Macet dan Menghapus Pajak Kendaraan
NGEBUT.ID – Wacana jalan berbayar kembali mencuat setelah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengemukakan gagasan tersebut sebagai salah satu cara mengurai kemacetan di kawasan perkotaan sekaligus membuka peluang penghapusan pajak kendaraan bermotor.
Konsep jalan berbayar ini berbeda dengan jalan tol. Jika tol umumnya dibangun untuk mengembalikan biaya investasi infrastruktur, jalan berbayar justru ditujukan untuk membatasi penggunaan kendaraan pribadi di ruas-ruas yang padat lalu lintas.
Skema yang kerap disebut sebagai Electronic Road Pricing (ERP) ini lazim diterapkan di jalan arteri perkotaan. Tujuannya adalah menekan volume kendaraan pada jam sibuk, mengurangi kemacetan, dan pada akhirnya ikut menurunkan polusi udara.
Secara teknologi, sistem ini tidak memerlukan gerbang atau lokasi berhenti seperti tol. Kendaraan yang melintas akan dipantau melalui teknologi Automatic Plate Number Recognition (ANPR) yang membaca pelat nomor secara otomatis dan nirkabel.
Dengan sistem tersebut, pengendara tetap dapat melaju normal tanpa perlu mengurangi kecepatan atau berhenti di titik pembayaran. Biaya perjalanan kemudian dipotong berdasarkan data kendaraan yang terekam oleh kamera dan perangkat pendukung lainnya.
Tarif jalan berbayar juga disebut bersifat dinamis. Artinya, besaran biaya dapat berubah sesuai waktu melintas, ukuran kendaraan, hingga bobot kendaraan. Semakin padat lalu lintas pada jam tertentu, tarif yang dikenakan bisa lebih tinggi.
Dedi Mulyadi menilai skema ini memberi keadilan yang lebih besar bagi pengguna jalan. Kendaraan yang lebih besar dan lebih sering melintas di area padat akan membayar lebih, sementara pemilik kendaraan yang jarang digunakan, seperti mobil koleksi atau kendaraan akhir pekan, berpotensi lebih diuntungkan.
Di sisi lain, gagasan ini masih menjadi bahan pembahasan dan belum diterapkan secara luas. Namun, konsep jalan berbayar dinilai bisa menjadi salah satu alternatif kebijakan transportasi untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada kendaraan pribadi di pusat-pusat keramaian.
Rekomendasi untuk Anda
Selengkapnya
