Shell Masih Kosong, Ini Jawaban Terkait Ketersediaan BBM di SPBU Mereka
JAKARTA – Stok BBM di SPBU Shell masih belum tersedia hingga saat ini. Kondisi tersebut membuat sejumlah pelanggan bertanya-tanya kapan bahan bakar Shell akan kembali dijual di jaringan SPBU mereka.
Di akun Instagram Shell Indonesia, tidak sedikit warganet menanyakan ketersediaan BBM jenis Super hingga V-Power. Namun, Shell belum menyampaikan waktu pasti kapan pasokan itu akan kembali normal.
Melalui kolom komentar, Shell Indonesia menjelaskan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai tata laksana yang berlaku.
"Terima kasih sudah jadi pelanggan setia Shell ya kak dan maaf atas ketidaknyamanannya. Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah terkait permohonan rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai dengan tata laksana yang berlaku," tulis akun shell_indonesia menjawab pertanyaan warganet.
Sebelumnya, pada Januari 2026, President Director and Managing Director Mobility Shell Indonesia Ingrid Siburian juga menyampaikan hal serupa. Ia mengatakan Shell masih berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain agar berbagai varian BBM dapat kembali tersedia di jaringan SPBU Shell.
"Kami berkoordinasi dengan pemerintah terkait dan pemangku kepentingan lainnya agar berbagai varian produk BBM tersedia kembali di jaringan SPBU Shell sesuai standar bahan bakar berkualitas Shell," ujar Ingrid saat itu.
Sementara itu, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia turut menanggapi kosongnya stok BBM di SPBU swasta seperti Shell. Ia menegaskan pemerintah tidak akan memberi perlakuan khusus kepada kelompok tertentu dalam distribusi energi.
Bahlil juga mendorong skema business to business (B2B) antar pelaku usaha. Menurut dia, badan usaha yang ingin menjaga keberlanjutan operasional dan memastikan ketersediaan stok BBM dapat menjalin kerja sama dengan badan usaha lain.
"Bagi kelompok-kelompok yang pengin untuk tetap survive dan punya stok, ya silakan berkolaborasi dengan badan-badan usaha lain," kata Bahlil.
