Hyundai Tanggapi Kebijakan Insentif EV Berbaterai Nikel, Sebut Berlaku untuk Semua Merek

14 May 2026 • 02:14 iMedia

NGEBUT.ID – Hyundai Motors Indonesia (HMID) menyatakan dukungannya terhadap rencana pemerintah memberikan insentif yang lebih besar bagi kendaraan listrik berbasis baterai nikel lokal.

Menurut HMID, kebijakan tersebut bukan hanya menguntungkan Hyundai, tetapi juga berpotensi mendorong pertumbuhan penjualan kendaraan listrik di Indonesia secara umum.

Fransiscus Soerjopranoto dari Hyundai menegaskan bahwa perusahaan memang sejak awal memiliki komitmen untuk memanfaatkan sumber daya nikel Indonesia dalam pengembangan industri baterai kendaraan listrik. Hal itu diwujudkan melalui pembangunan pabrik baterai di Karawang.

“Karena banyak orang yang mengaitkan antara baterai nikel itu dengan Hyundai. Ya memang kita berkeinginan pada saat kita membangun pabrik baterai yang ada di Karawang, kita ingin memaksimalkan penggunaan nikel,” kata Fransiscus.

Ia menambahkan, Indonesia merupakan negara dengan cadangan nikel terbesar di dunia. Karena itu, optimalisasi sumber daya tersebut dinilai dapat memberi kontribusi bagi perekonomian nasional.

“Nikel itu kan salah satu sumber daya alam kita, nomor satu di dunia. Jadi kalau kita bisa utilisasi itu makanya akan berkontribusi terhadap Indonesia,” ujarnya.

Fransiscus juga menjelaskan bahwa kendaraan listrik berbasis baterai non-nikel tetap berpeluang memperoleh insentif dari pemerintah. Menurutnya, kebijakan ini dapat menjadi peluang bagi seluruh produsen otomotif yang bermain di segmen kendaraan listrik.

“Dan kita melihat ini merupakan suatu peluang untuk kita bisa lebih banyak lagi melakukan penjualan. Bukan hanya untuk Hyundai tapi untuk seluruh pabrikan, baik itu Japanese maker ataupun Chinese maker,” katanya.

Hyundai menegaskan akan terus mengikuti arah kebijakan pemerintah serta menyesuaikan produk dengan kebutuhan konsumen di Indonesia, baik kendaraan listrik maupun hybrid.

“Hyundai selalu menyambut kebijakan pemerintah. Jadi kita harus sesuai dengan permintaan customer. Kalau masyarakat Indonesia lagi maunya EV ya EV, kalau lagi mau hybrid ya hybrid,” tutup Fransiscus.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya