Tips Otomotif

Sering Bawa Beban Berat? Ini 5 Kebiasaan yang Bikin Shockbreaker Motor Cepat Rusak

NGEBUT.ID – Shockbreaker belakang memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan dan kestabilan motor saat melaju, terutama ketika bermanuver di jalan padat. Jika komponen ini rusak atau bocor, kenyamanan berkendara akan berkurang dan handling motor…

iMedia October 18, 2026 · 10:59 am
ADVERTISEMENT970 × 90

NGEBUT.ID – Shockbreaker belakang memiliki peran penting dalam menjaga kenyamanan dan kestabilan motor saat melaju, terutama ketika bermanuver di jalan padat. Jika komponen ini rusak atau bocor, kenyamanan berkendara akan berkurang dan handling motor bisa ikut terganggu.

Technical Training Coordinator Astra Motor Yogyakarta, Danang Priyo Kumoro, mengatakan shockbreaker belakang yang bocor atau rusak akan memengaruhi kenyamanan pengguna sekaligus mengubah kestabilan handling saat motor digunakan bermanuver.

Menurut Danang, kerusakan pada peredam kejut tidak terjadi begitu saja. Umumnya, ada kebiasaan sehari-hari yang tanpa disadari membuat komponen ini cepat aus hingga akhirnya bocor. Berikut lima kebiasaan yang perlu dihindari agar shockbreaker motor tetap awet.

1. Jarang membersihkan area suspensi

Kotoran seperti lumpur, debu, dan pasir yang menempel terlalu lama dapat merusak seal karet pelindung dan menggores as piston. Jika kondisi ini dibiarkan, oli shockbreaker bisa merembes keluar dan membuat bantingan motor menjadi keras.

2. Menggunakan aksesori peninggi tidak sesuai standar

Modifikasi shockbreaker dengan aksesori peninggi yang tidak sesuai anjuran pabrikan dapat mengubah sudut kerja suspensi. Akibatnya, komponen di dalam shockbreaker tidak bekerja optimal dalam meredam guncangan.

3. Membawa beban melebihi kapasitas

Setiap motor memiliki batas beban maksimal yang sudah ditentukan pabrikan. Jika motor sering dipaksa membawa muatan berat atau berboncengan melebihi kapasitas, shockbreaker akan bekerja lebih keras dan umur pakainya menjadi lebih singkat.

4. Melaju kencang di jalan berlubang atau bergelombang

Menghajar jalan rusak dengan kecepatan tinggi membuat suspensi menerima benturan lebih besar. Kebiasaan ini dapat mempercepat keausan komponen shockbreaker.

5. Mengabaikan tanda-tanda kerusakan

Jika shockbreaker mulai terasa keras, bocor, atau muncul bunyi tidak wajar, sebaiknya segera diperiksa. Seal karet yang mengeras atau rusak juga perlu segera diganti agar kerusakan tidak bertambah parah.

Dengan perawatan yang tepat dan menghindari kebiasaan di atas, shockbreaker motor dapat bertahan lebih lama dan tetap memberikan rasa aman saat berkendara.

ADVERTISEMENTResponsive
AUTHOR

iMedia

iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

ADVERTISEMENTResponsive