Bos Ford Ingin Mobil-Mobil China Dilarang Dijual di AS

16 Apr 2026 • 15:03 iMedia

NGEBUT.ID – CEO Ford, Jim Farley, mendesak agar mobil-mobil buatan China dilarang dijual di Amerika Serikat. Ia menilai kehadiran mobil asal negeri tirai bambu itu berpotensi mengancam industri otomotif AS, bahkan bisa berdampak lebih luas terhadap perekonomian negara tersebut.

“Kita seharusnya tidak membiarkan mereka masuk ke negara kita,” ujar Farley dalam wawancara dengan Fox News, seperti dikutip Carscoops.

Farley mengatakan, jika mobil-mobil China dibiarkan masuk ke pasar AS, maka sektor manufaktur di negaranya bisa tertekan berat. Pandangan itu cukup kontras dengan pernyataannya sebelumnya yang sempat memuji pabrikan China seperti BYD dan Xiaomi karena dinilai mampu bersaing dengan Ford, General Motors, hingga Toyota di pasar Amerika.

Salah satu kekhawatiran Farley berkaitan dengan harga. Ia menilai produsen mobil China mendapat dukungan subsidi besar dari pemerintah, sehingga bisa menjual kendaraan dengan harga jauh lebih terjangkau. Menurutnya, kondisi tersebut membuat persaingan menjadi tidak seimbang.

“Jadi, ini sama sekali bukan pertarungan yang adil,” katanya.

Selain soal harga, Farley juga menyoroti aspek teknologi dan data pada mobil listrik asal China. Menurut dia, banyak kendaraan China dibekali sensor, kamera, dan fitur konektivitas yang dapat mengumpulkan data dalam jumlah besar.

“Semua kendaraan itu memiliki 10 kamera. Mereka dapat mengumpulkan banyak data. Jadi, saya sangat berharap kita tidak mengizinkan mereka melewati perbatasan,” ujarnya.

Pemerintah AS sejauh ini memang sudah mengambil langkah untuk menahan laju mobil China, salah satunya dengan mengenakan tarif impor 100 persen. Namun, upaya tersebut tampaknya belum sepenuhnya membendung ekspansi produsen China ke kawasan Amerika Utara.

Meksiko telah mengizinkan penjualan mobil China, bahkan BYD mulai memproduksi kendaraan di negara itu. Kanada juga membuka pasar untuk mobil China. Di sisi lain, Stellantis disebut sedang mempertimbangkan produksi mobil listrik Leapmotor buatan China di pabrik Jeep lama di Ontario, Kanada.

iMedia
iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

Rekomendasi untuk Anda

Selengkapnya