Berita Otomotif

Marc Marquez Belum Pernah Kalah dalam Duel Gelar hingga Seri Terakhir, Akankah Jorge Martin Mengubahnya di MotoGP 2026?

NGEBUT.ID – Perjalanan Marc Marquez musim ini tidak berlangsung mulus. Ia sempat tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen setelah menjalani operasi bahu usai Grand Prix Prancis. Namun, pembalap asal Spanyol itu mampu bangkit dengan…

iMedia October 18, 2026 · 10:59 am
ADVERTISEMENT970 × 90

NGEBUT.ID – Perjalanan Marc Marquez musim ini tidak berlangsung mulus. Ia sempat tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen setelah menjalani operasi bahu usai Grand Prix Prancis.

Namun, pembalap asal Spanyol itu mampu bangkit dengan meraih enam kemenangan Grand Prix. Di sisi lain, Jorge Martin baru mengoleksi satu kemenangan. Meski begitu, persaingan gelar masih terbuka dan Martin tetap berpeluang memberi tekanan kepada Marquez.

Rekam jejak Marquez dalam perebutan gelar juara juga terbilang impresif. Dua kali ia harus bertarung hingga seri terakhir, dan pada kedua kesempatan itu ia selalu keluar sebagai juara dunia.

Pengalaman pertama terjadi pada musim debut Marquez di MotoGP pada 2013. Saat itu, keunggulan poinnya sempat menipis setelah ia didiskualifikasi dari Grand Prix Australia akibat kesalahan tim Honda dalam menghitung waktu pergantian motor.

Pergantian motor memang diwajibkan karena adanya batasan durasi penggunaan ban pada balapan tersebut. Insiden itu membuka peluang bagi Jorge Lorenzo untuk memangkas jarak dalam perebutan gelar.

Lorenzo kemudian memenangi balapan di Australia dan Jepang, sehingga perebutan titel berlanjut hingga seri penutup di Valencia. Meski mendapat tekanan besar, Marquez berhasil mengamankan gelar juara dunia pada musim perdananya di kelas utama.

Empat tahun kemudian, Marquez kembali menghadapi persaingan ketat hingga akhir musim. Pada 2017, ia bersaing dengan Andrea Dovizioso dari Ducati dan lagi-lagi sukses menutup musim sebagai juara dunia.

Martin menilai pengalaman Marquez menjadi salah satu faktor yang membuat persaingan melawan pembalap berjuluk The Baby Alien itu sulit dihadapi. Ia juga menyebut kemampuan Marquez meminimalkan kesalahan sebagai keunggulan penting.

“Maksud saya, tentu saja, ini adalah Marc. Saya memiliki pengalaman meraih dua gelar juara, sementara dia memiliki pengalaman meraih sembilan gelar,” ujar Jorge Martin dikutip dari Crash.

“Yang jelas, menurut pengamatan saya, Marc lebih jarang melakukan kesalahan. Setiap kali Anda melakukan kesalahan kecil, dia akan langsung memanfaatkan momen itu untuk mengalahkan Anda. Dia selalu ada di sana,” lanjut Martin.

Dengan rekam jejak tersebut, persaingan Marquez dan Martin diprediksi tetap menarik untuk diikuti, terutama jika duel gelar kembali berlangsung hingga putaran terakhir pada musim 2026.

ADVERTISEMENTResponsive
AUTHOR

iMedia

iMedia adalah penulis di bawah jaringan Inspira Media, sebuah ekosistem media digital yang berfokus pada penyajian berita, opini, dan informasi aktual secara cepat, akurat, dan relevan.

ADVERTISEMENTResponsive